Sirkulasi Ekonomi

Kegiatan ekonomi dalam suatu negara tidak lepas dari dukungan produsen, rumah tangga (masyarakat), dan faktor pemerintah. Aspek-aspek tersebut saling terkait satu sama lain. Masyarakat yang mengkonsumsi produk dari produsen, membuat proses produksi terus berjalan sesuai rencana. Tak hanya itu, masyarakat dari sektor rumah tangga juga bisa memberikan jasanya ke pada pihak produsen dengan menjadi pekerja. Sebagai timbal baliknya, produsen memberikan upah. Uang yang digunakan untuk membayar upah pekerja tersebut berasal dari keuntungan penjualan produk yang mereka produksi. Bila siklus berjalana lancar, artinya tak ada dari salah satu siklus yang tidak berjalan sesuai fungsi, maka siklus tersebut akan menjadi sirkulasi yang dalam pelaksanaannya menimbulkan efek domino atau efek berkesinambungan.

Namun apabila salah satu terhambat, misal produk yang dihasilkan tidak laku di pasaran, maka pendapatan pun terhenti, sehingga modal produksi untuk perusahaan tersebut turut terhenti. Akan sangat buruk bila perusahaan tersebut tidak dapat lagi memproduksi barang untuk dijual, bahkan bila sampai sejumlah karyawan terpaksa harus diberhentikan dari pekerjaannya. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka perlu campur tangan pemerintah. Pemerintah bisa memberikan subsidi kepada para perusahaan yang tengah mengalami kesulitan dalam hal modal usaha. Subsidi tersebut tak lain berasal pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Dengan demikian, perputaran uang dari masyarakat yang diatur oleh pemerintah untuk disalurkan ke produsen, akan kembali ke masyarakat juga.

Masyarakat tak hanya mengkonsumsi produk yang dihasilkan produsen saja. Bila produsen merupakan perusahaan yang Go Public, masyarakat juga bisa turut menginvestasikan sejumlah modal. Hal itu tak hanya menguntungkan pihak perusahaan, namun pihak masyarakat pula. Selain memperoleh deviden dari laba perusahaan yang dibagi, kembali masalah pemberhentian karyawan juga bisa ditangani.

Setelah segala kebutuhan terpenuhi, masyarakat tak hanya diam begitu saja. Masyarakat akan memilih untuk melakukan saving. Maka diperlukan lagi organisasi bernama bank untuk membantu masyarakat menyimpan sebagian dari hartanya. Sebagai timbal balik dari upaya masyarakat mempercayakan uangnya di bank, maka bank memberikan bunga bank setiap bulannya dengan presentase yang ditentukan oleh bank. Namun tugas bank tak hanya sebagai sarana saving. Uang masyarakat yang dipercayakan untuk di saving, akan diputar fungsi untuk memberi pinjaman/kredit kepada masyarakat maupun perusahaan. Dalam meminjam uang di bank, pihak yang meminjam akan dikenakan bunga sesuai dengan presentase yang ditentukan pihak bank. Dari bunga kredit tersebutlah, bank akan membaginya lagi kepada masyarakat sebagai bunga bank.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: