Harga dan Kuantitas

Dalam ilmu ekonomi tentu tidak lepas dari permintaan dan penawaan. Dari dua hal tersebut dapat memicu banyak efek yang mungkin terjadi. Dengan adanya penawaran dan permintaan, maka akan terbentuk harga keseimbangan pasar. Permintaan maupun penawaran di pasar tentu tidak  bisa lepas dari harga. Sebab harga merupakan faktor yang akan menentukan naik atau turunnya kuantitas dari permintaan dan penawaran tersebut.

Kenaikan Permintaan

Anggaplah kurva Demand D1 beralih ke D2, maka akan terjadi suatu kejadian dalam pasar. Dengan harga P1, kuantitas barang yang ditawarkan tetap pada Q1 sebab di sini kurva Supply sama sekali tidak beralih. Banyaknya permintaan mengakibatkan harga meningkat dari P1 ke P2 dan kuantitas menurun dari Q2 ke Q3. Dalam pasar terdapat batasan kuantitas barang dan juga batasan peningkatan harga. Kuantitas barang yang ditawarkan oleh produsen di pasar meningkat (Q1 ke Q3) karena harga lebih tinggi daripada biaya marjinal akibat pertambahan produksi yang lebih banyak. Begitupula banyaknya permintaan konsumen akan bertambah  (Q1 ke Q2), dan juga adanya penurunan permintaan (Q2 ke Q3) karena kenaikan harga (P1 ke P2).

Intinya adalah jika terjadi peningkatan permintaan, maka kuantitas barang yang dibeli konsumen menjadi lebih banyak. Dengan meningkatnya permintaan akan memicu kenaikan harga, yang nantinya akan mengakibatkan penurunan permintaan.

Penurunan Permintaan

Harga awal yaitu P1, kuantitas yang ditawarkan tetap pada Q1 karena di sini kurva Supply tidak berubah atau beralih. Kuantitas barang yang diminta menjadi Q2. Keadaan ini menyebabkan terjadi Surplus (kelebihan) barang di pasar. Artinya produsen menawarkan lebih banyak barang daripada yang diminta konsumen. Kemudian produsen mau menurunkan harga barangnya. Oleh karena harga diturunkan, produsen akan menurunkan kuantitas barang yang ditawarkannya sebab harga menjadi lebih rendah daripada biaya marjinal produksi. Lebih rendahnya harga daripada biaya marginal produksi menyebabkan produsen mengalami kerugian sehingga mereka menurunkan kuantitas yang ditawarkannya.

Kesimbangan pasar beralih dari persilangan E1 ke persilangan E2, yang artinya pada keseimbangan (equilibrium) harga turun dari P1 ke P2. Pada batasannya, kuantitas barang yang ditawarkan oleh produsen dan diminta oleh konsumen juga ikut turun. Pada penurunan harga (P1 ke P2), kita mendapati kuantitas barang yang dikonsumsi oleh konsumen lebih banyak daripada pada saat harga tidak turun (tetap pada P1).

Intinya adalah bahwa penurunan Demand tanpa ada memperhatikan apapun yang terjadi pada sisi Supply didapati jika kurva Demand turun maka harga ikut turun dan menjadi lebih rendah daripada yang dinyatakan sebelumnya. Dan kita juga dapati bahwa pada keseimbangan kuantitas yang diproduksi produsen dan dikonsumsi konsumen menjadi lebih rendah daripada yang dinyatakan sebelumnya (E2 >E1).

Harga dan kuantitas juga bisa mempengaruhi terjadinya kenaikan akan barang subtitusi. Saat harga barang naik, sedangkan permintaan tetap, maka akan menimbulkan penurunan permintaan. Bila pendapatan yang diperoleh tidak bisa untuk memenuhi permintaan, maka manusia cenderung akan mencari barang pengganti atau barang subtitusi, dengan kegunaan yang sama namun dengan harga yang lebih rendah. Akibatnya permintaan akan barang subtitusi meningkat. Situasi seperti itu akan memicu elastisitas permintaan.

Sumber

http://walad.blog.usu.ac.id/2011/04/17/perubahan-demand-dan-supply/

http://gerardus.dosen.narotama.ac.id/files/2011/04/Elastisitas-Permintaan.pdf

Melvina Permatasari

SMAK 04-3

24210352

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: